Mobil Teririt dan Termurah 2013



Sehubungan dengan program pemerintah LCGC (Low Cost Green Car) yang sudah bergulir dari tahun lalu tapi terus menerus mengalami hambatan, akhirnya program ini launching juga. Sebelumnya saya jelaskan dulu, bagi yang belum tahu LCGC, ini adalah program pemerintah yang bekerja sama dengan beberapa vendor mobil, untuk membuat mobil murah antara 70-120 juta dan juga mobil irit BBM yaitu 1 liter bisa untuk 20 km atau lebih. WOW!!! lebih irit 100% kan. :-D

toyota-agya

Tujuan dari LCGC ini selain mobil hemat BBM dan murah ialah penyerapan tenaga kerja. Hal ini didapatkan dengan mendirikan pabrik-pabrik mobil LCGC di Indonesia, dengan demikian banyak tenaga kerja Indonesia yang terserap. Jadi agar dapat memproduksi mobil murah, tidak ada cara lain selain mendirikan pabrik mobil di Indonesia. Dengan demikian pengadaan mobil-mobil ini tidak perlu lagi membayar bea masuk seperti mobil-mobil impor lain, selain itu sparepart-sparepart yang digunakan juga diambil dari dalam negeri sehingga hemat biaya produksi.

Walaupun pengadaan mobil irit dan murah ini dapat sangat menguntungkan bagi perekonomian Indonesia, dan masyarakat Indonesia yang masih berada di kelas ekonomi menengah kebawah, keberadaan mobil LCGC ini juga bukan tanpa kekurangan dan kelemahan. Yang sangat ditakutkan beberapa pihak pemerintahan dari LCGC ini ialah kemacetan yang kian parah, karena masyarakat Indonesia yang dulu tidak mampu beli mobil, sekarang jadi bisa beli mobil. Saya tidak tahu dengan anda, tapi menurut saya masalah kemacetan tidak bisa diatasi dengan menaikkan harga mobil kan??? Saya rasa pemerintah harus memikirkan cara lain untuk mengatasi kemacetan dari pada menyalahkan harga mobil yang murah ini.

Sementara kelemahan lain dari mobil murah hemat BBM ini ialah bahan bakar yang dipakai. Ternyata dibalik rencana pemerintah yang hendak memberikan mobil yang terjangkau bagi rakyat, ada rencana dan target tersembunyi yang hendak menjadikan Indonesia bebas dari BBM bersubsidi seperti negara-negara lain. Kok bisa? Ternyata anda tidak boleh senang dulu dengan dibukanya penjualan mobil irit ini minggu lalu, mobil ini harus diisi menggunakan pertamax ataupun BBM dengan ron diatas 92 seperti Shell dan sebagainya. Yang pasti BBM bersubsidi Premium tidak bisa digunakan di mobil ini, karena menurut penuturan menteri perindustrian Mohamad Suleman Hidayat mesinnya memang dirancang hanya menerima BBM dengan ron 92 minimum. Jika pembeli tetap memaksa menggunakan premium, maka mobil ini akan rusak 2 tahun, selain itu garansi mobil ini jadi tidak berlaku.

Bagaimana? masih tertarik membeli mobil irit murah ini?

Menurut saya sendiri sih, dengan perbandingan keiritan BBM 1:20 dan harga murah, apalagi dari 2 vendor mobil jepang, saya rasa mobil ini masih sangat pantas untuk dibeli.

2 Mobil Termurah dan Teririt 2013

Ada 2 vendor yang sudah mulai penjualan mobil ini sejak Toyota dan Daihatsu. Toyota dengan Toyota Agya dibanderol dengan harga Rp 99.900.000 – 120.750.000, sementara Daihatsu dengan Daihatsu Ayla dibanderol dengan harga Rp 75.500.000 – 114.150.000. Toyota Agya lebih mahal dari Daihatsu Ayla karena pada versi paling standartnya sudah dilengkapi dengan 2 airbag untuk pengemudi dan orang disebelahnya serta power steering yang menggunakan motor listrik. Di pihak lain, Daihatsu Ayla dengan harga 75 jutaan benar-benar standar. Catatan: Harga yang tertera adalah harga on the road Jakarta dan sekitarnya.

Untuk pembelian kedua mobil murah dan irit ini, anda harus indent dulu mulai sekarang, sementara barang baru ready bulan desember 2013, karena indent bulan nopember sudah penuh.

daihatsu ayla

Kesulitan mendapatkan jawaban atas pertanyaan anda ???
cari saja disini