Cari Tahu Penyebab Motor Boros BBM
by Admin on Jun.22, 2009, under Tips & Trik
Banyak hal yang menyebabkan mesin motor rakus BBM. Paling gampang lantaran kita malas merawat mesin. Ujung-ujungnya komponen jadi mudah rusak karena jarang diservis. Apa saja penyebabnya?
Salah setting Gear
Kenapa pabrik memasang gear reduksi motor baru sama semua? Pertimbangannya setting gear tersebut sesuai dengan power mesin dan trek pada umumny. Maksudnya kalau jalan yang dilalui menanjak tinggal dibuat enteng. Sebaliknya dibikin berat jika jalannya banyak datar. Makanya ingat. Saat melakukan setting Sproket, teori semacam itu jangan sampai terbalik. Kalau terbalik, bukan cuma motor yang tidak bertenaga, BBM yang dikonsumsi juga semakin boros.
Rantai Kendor
Rantai roda kendor tenaga mesin hilang Gas ditarik namun lama bereaksi. Roda berputar lebih lama lantaran menunggu rantai mengencang. Makin boros jika mata gear dan rantai aus. Juga karet peredam Gear juga sudah pada terkoyak.
[ad#Adsensecamp]
Laher Roda Seret
Bola laher seret akibat karat atau permukaan sudah koyak. Akibat pemasangan laher salahpun bisa membuat BBM boros. Contoh sederhana kalau dudukan laher di tromol longgar akibat terkikis, lingkar dalam laher akan terjepit dengan bos tromol dan menyebabkan putaran tersendat.
Kampas Kopling Tipis
Jika sudah tipis, kampas kopling hendaknya segera diganti, agar kerja pemindah daya maksimal, tenaga dari mesin untuk menyalurkan ke komponen reduksi tidak terbuang percuma. Kampas Kopling tipis menjadi biang boros BBM, karena tenaga dari mesin tak efektif memutar reduksi. Yang ada, bensin banyak dikeluarkan.
Sasis Miring
Sasis miring juga ikut andil dalam urusan boros bensin. Apalagi jika miringnya sudah kelewatan. Ada beberapa hal yang membuat seret gear roda belakang, seperti pertemuan gera belakang tidak rata dengan depan akibat sasis miring. Akibatnya rantai susah disetel dan terjadi gesekan paksa antara mata gear dengan rantai.
Kabel Massa Kendur
Kabel anggap kabel massa di motor sebagai komponen yang sepele. Terlebih tunggangan yang mengusung perpindahan arus DC. Jika aliran arus di kabel massa tidak maksimal, timbul gejala ‘mbrebet’ saat mesin bekerja, sebab komponen pengapian tidak didukung arus setrum yang sempurna. Tak ayal gejala ‘mbrebet’ pun beresiko gas bakar terbuang percuma.
Filter Udara Kotor
Filter udara kotor mengakibatkan suplai bensin ke ruang bakar berlebih. Udara yang mestinya tercampur dengan BBM menjadi tak imbang gara-gara terhimpit debu. Di ujung cerita, pasokan BBM tambah boros.
dikutip dari Surya
Sabtu, 13 Juni 2009



